![]() |
| Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer |
Bumi Manusia adalah salah satu karya terbaik dari seorang Pramoedya Ananta Toer. Ketika tahu kalau novel Bumi Manusia akan difilmkan, saya langsung memasukkan daftar sebagai film wajib yang harus ditonton. Sebelumnya saya sudah baca novelnya dan ceritanya sangat menarik. Mungkin kaum Milenial kurang mengenal siapa beliau atau mungkin tidak tahu sama sekali. Beliau adalah salah satu penulis terbaik yang Indonesia miliki. Bumi Manusia merupakan novel roman yang ditulis oleh Pram dan diterbitkan pada tahun 1980. 39 tahun berlalu dan pada tahun ini yaitu 2019 akhirnya karya tersebut difilmkan.
Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini dapat membuat penonton termasuk saya benar-benar larut ke dalam ceritanya. Para pemain yang begitu kuat pada karakter masing-masing. Seperti waktu film Dilan, saya tidak menaruh ekspektasi tinggi untuk akting Iqbal apakah mampu memerankan Minke dengan baik. Iqbal yang sudah terlanjur melekat dengan image sebagai seorang “Dilan” kali ini mampu menghilangkan image tersebut dan mendalami karakter Minke. Iqbal berhasil keluar dari karakter Dilan, dan menjadi Minke seutuhnya.
Film ini berlatar belakang Indonesia di zaman penjajahan Belanda. Era kolonial merupakan masa-masa dimana semuanya serba sulit. Bumi Manusia menceritakan tentang seorang Minke. Minke seorang pemuda pintar berdarah priyayi, orang Jawa & pribumi tulen, yang jatuh yang jatuh cinta pada Annelies, wanita cantik anak Nyai Ontosoroh gundik Tuan Meilema. Annelies mempunyai kakak laki-laki bernama Robert yang tidak mau mengakui darah pribuminya.
Minke dikenal sebagai siswa yang cerdas oleh orang-orang yang dikenalnya. Tetapi bukan berarti tidak ada yang benci kepadanya. Pada zaman itu, ketetapan tetaplah ketetapan. Saat itu kedudukan orang Eropa khususnya Belanda dianggap lebih tinggi derajatnya dibandingkan pribumi. Sehebat apa pun dan secerdas apa pun seseorang, pribumi akan tetap dibawah kekuasaan Belanda.
Sebenarnya Minke datang ke rumah Annelies untuk pertama kalinya diajak oleh Suurhof, teman sekolahnya di HBS. Suurhoof menaruh hati pada Ann. Tetapi setelah bertemu, Ann lebih tertarik pada Minke. Mereka lalu menjalin kisah kasih dan mendapat restu dari Nyai Ontosoroh.
Kisah perjalanan cinta Minke dan Annelies tidaklah mudah. Bermula dari kematian Herman Mellema karena diracun dan membuat Nyai, Ann dan Minke ditetapkan menjadi tersangka dan membuat mereka harus berurusan dengan hukum dan pengadilan orang Belanda. Nyai Ontosoroh memperjuangkan hak-hak pribumi meskipun beliau hanya seorang gundik dan mendapat pandangan yang negatif dari masyarakat sekitar. Minke dan Nyai Ontosoroh berjuang bersama-sama karena pada saat itu pernikahan antara kaum Belanda dan Pribumi tidaklah sah. Minke menuangkan pikirannya ke dalam tulisan yang nantinya akan dipublish di surat kabar lokal.
Film Bumi Manusia berdurasi 3 jam dan tidak membuat saya bosan. Semuanya dikombinasikan dengan gaya sinematografi yang punya baik pula. Komposisi demi komposisi hingga teknik pengambilan gambar yang ditampilkan membantu film ini tampil baik. Plus, scoring musik yang memang membuat penonton berada dalam suasana masa lalu. Berdiri di tengah hiruk-pikuk kekalutan tatanan sosial masyarakat yang kasar dan perihnya mempertahankan sesuatu yang dicintai.
![]() |
| Poster Film Bumi Manusia di Bioskop |
Iqbal Ramdhan (Minke/R.M Tirto Adhie)
Mawar Eva de Jongh (Annelies Mellema)
Sha Ine Febriyanti (Nyai Ontosoroh)
Jerome Kurnia (Robert Suurhof)
Giorgino Abraham (Robert Mellema)
Bryan Domani (Jan Dapperste)
Ayu Laksmi (Ibu Minke)
Donny Damara (Ayah Minke)
Bryan Domani (Jan Dapperste/Panji Darman, teman pribumi Minke)
Peter Sterk (Herman Mellema, Ayah Annelies)
Robert Alexander Prein (Maurits Mellema, kakak tiri Annelies dan Robert)
Christian Sugiono (Kommer)

Posting Komentar